Laman

Pria pun Takut Keriput

Istilah botox kerap diidentikkan dengan kaum hawa. Namun, jangan salah, kini pria tak ketinggalan memilih botox, atau yang lebih sering disebut “bro-tox” sebagai salah satu cara untuk menghadang keriput. 

     Sepuluh tahun sudah sejak Botox diperbolehkan beredar sebagai obat ajaib untuk mengatasi kerutan pada kulit wajah. Meski awalnya menuai banyak kontroversi, namun setiap tahun pengguna Botox terus bertambah di seluruh penjuru dunia. Dan saat ini, Botox tidak lagi eksklusif bagi wanita saja, la juga telah menjadi bagian gaya hidup pria, terutama di daerah metropolitan.

     Menurut American Society of Plastic Surgeon, antara tahun 2000 sampai 2010, jumlah pria yang menjalani prosedur Botox meningkat tajam sampai 258%. Kebanyakan pria-pria ini melihat Botox bukan hanya sebagai peningkat penampilan, mood, dan rasa percaya diri, namun juga sebagai investasi di dalam pekerjaan, dan tentu saja dalam hal asmara. Apalagi angka perceraian saat ini semakin meningkat.


Pria pun Takut Keriput
Add caption


HASIL INSTAN TANPA OPERASI

       Nama Botox berasal dari kata botulinum toxin A,yaitu protein mumi yang diekstrasi dari bakteri Clostridium botulinum. Racun ini pada saat menimbulkan penyakit, dapat menyebabkan lumpuhnya persarafan, termasuk di otot pernapasan. Namun adanya toksin ini kemudian dimanfaatkan pertama kali oleh dokter syaraf, untuk melumpuhkan saraf di bagian tertentu pada wajah seperti pada pasien bels palsy dengan demikian ia akan mengendurkan kulit yang tegang. Selain itu ia juga digunakan untuk menghilangkan kerut-kerut diwajah. Dimana toksin yang sudah diencerkan ini disuntikkan ke otot-otot tertentu, oleh dokter. 

    Botox diberikan melalui sejumlah penyuntikan dan hanya memerlukan waktu beberapa menit saja.Tidak diperlukan obat bius saat penyuntikan, karena jarum yang digunakan sangat kecil. Botox hanya akan mempengaruhi daerah di sekitar penyuntikan. 
    
     Selain untuk memperbaiki penampilan kerutan di wajah, Botox pada pria ternyata banyak digunakan untuk kondisi lain. Seperti misalnya untuk mengatasi keringat berlebih di daerah ketiak. Pria memang identik dengan keringat yang lebih dibanding wanita. Namun banyak pria yang tidak menginginkan bajunya terlihat basah dan bau keringat setiap saat. 

     Botox yang disuntikkan di daerah tertentu selanjutnya akan menghambat produksi keringat dari kelenjar keringat yang ada. la juga dapat digunakan untuk mengatasi migren, spasme otot, retensi urin, dan inkontinensia (mengompol). Botox juga disukai karena hasilnya yang tampak cepat tanpa harus melalui operasi. Dalam waktu tiga hari sampai seminggu, efek Botox akan mulai terlihat. Efek ini akan berlangsung selama kurang lebih empat sampai enam bulan. karena sifatnya yang tidak permanen, maka begitu efek dirasa telah berkurang, diperlukan penyuntikan kembali guna mendapat hasil yang sama. 


SEDIKIT BERBEDA DENGAN BOTOX PADA WANITA 

      Prosedur Botox pada pria sama seperti pada wanita. Meski demikian, pemberiannya dapat berbeda. Pria biasanya memerlukan dosis yang lebih besar, mengingat ototnya yang lebih menonjol, terutama pada bagian dahi. Dokter akan memfokuskan suntikan, agar wajah tidak tampak kaku dan seperti sedang mengenakan topeng. Perhatian ini terutama diberikan di daerah alis. Selain itu,daerah di bagian tepi luar mata juga perlu diperhatikan. Jika tidak, mata dapat terlihat lebar dan tampak seperti wanita.


HASIL DAPAT BERVARIASI

      Hasil penyuntikan Botox dapat bervariasi. Jika digunakan dengan benar, maka pria dapat memiliki wajah lebih segar dan bebas kerut. Namun jika berlebihan, bukan wajah rupawan yang didapat, melainkan wajah dapat tampak terlihat aneh. Yang paling sering adalah wajah tampak seperti tanpa ekspresi karena daerah penyuntikan yang kurang tepat atau berlebihan. 

      Efek samping lain yang dapat timbul dengan penggunaan Botox adalah bekas suntikan yang kadang dapat mengganggu, meski menggunakan jarum yang sangat kecil. Bekas ini dapat menghilang dalam hitungan jam. Meski demikian, pria biasanya lebih sensitif dan mudah terbentuk memar dibanding wanita. Oleh karena itu, bila teman pria anda mengaku jatuh atau cedera saat berolahraga enam bulan sekali, mungkin saja ia baru mendapat suntikan Botox. 

     Selain dari suntikan, Botox juga dapat menyebabkan nyeri kepala, infeksi saluran napas, flu syndrome, blefaroptosis (kelopak mata tampak jatuh), mual, dan rasa kembung. Ada kalanya pria atau wanita yang mendapat Botox menjadi terobsesi. Mereka seolah melihat kerutan di wajahnya muncul kembali, padahal masih mulus-mulus saja. Ini disebut dengan 'wrinklerexia'. Namun semua efek samping ini umumnya hanya bersifat sementara. 


DATANG KE AHLINYA

      Jika anda tertarik untuk berBotox, ada baiknya mencari ahli yang dapat dipercaya. Meski dapat kembali seperti semula, tapi anda toh tidak mau wajah terlihat aneh selama enam bulan.Tindakan penyuntikan Botox sebaiknya dilakukan oleh dokter bedah plastik, dokter syaraf, atau dokter spesialis kulit dan kelamin, terutama yang telah berpengalaman menyuntikan Botox. 

       Tidak lupa jarum yang digunakan juga harus steril, dan waspada jika ada gejala yang dirasa tidak biasa yang anda rasakan setelah penyuntikan. Karena meski sangat jarang, pernah dilaporkan ada pengguna Botox yang mendapat racun berlebih sehingga diserap oleh tubuh secara sistemik. Harga untuk mendapatkan perawatan ini sangat bervariasi. Harga umumnya dihitung per unit antara 50 ribu sampai 90 ribu. Sebagai contoh di kening (antara ke dua alis) di pakai 12 sd 18 unit, di dahi 8 sampai 16 unit, di kulit lingkar mata luar antara 6 sampai 10 unit. Anda tertarik?