Laman

Kiat Cantik Saat Hamil

Sebelumnya, merias diri atau pun pergi ke salon kecantikan menjadi agenda rutin. Namun saat hamil, masih amankah ritual merawat tubuh dan kecantikan itu dilakukan?

Meski banyak yang mengatakan, perempuan hamil terlihat cantik secara alami, namun tak jarang yang ingin melakukan serangkaian perawatan kecantikan, entah itu di rumah ataupun ke salon kesayangan. Namun, banyak yang khawatir jika cara, alat dan bahan yang digunakan untuk perawatan dapat membahayakan ibu dan sang janin. Mitos seputar cacat lahir karena ibu hamil melakukan perawatan kecantikan beredar di masyarakat. Perawatan kecantikan pada ibu hamil tidak menuntut adanya perawatan khusus, tetapi sebaiknya menghindari perawatan atau zat-zat yang mempengaruhi struktur dan fungsi kulit. Segala sesuatu yang menyebabkan rasa nyeri dan efek kejut saat menjalani terapi perawatan kulit juga sebaiknya dihindari karena dapat berefek kontraksi pada otot rahim,

Kiat Cantik Saat Hamil
Kiat Cantik Saat Hamil

.
Selain itu ada beberapa hal yang perlu diwaspadai wanita hamil saat melakukan perawatan tubuh dan kencantikan. Agar tetap tampil cantik saat hamil, baca panduan berikut: 


Beberapa perawatan kecantikan yang boleh selama hamil.

1. KRIM KULIT
Krim kulit dapat membantu meningkatkan percaya diri dan membantu anda merasa 'bercahaya' sepanjang kehamilan. Keamanan krim kulit ini tergantung dari kandungannya. Jika dari herbal misalnya aloe vera, maka aman digunakan. Pelembab-pelembab herbal yang mengandung alfahidroksi acid dibawah 5 % pun dapat digunakan.

2. PEMBERSIH WAJAH, BEDAK, LULUR 
Membersihkan wajah dengan pembersih, penyegar, scrub, cleansing milk, atau astringen juga boleh. Justru ibu hamil dianjurkan untuk rajin membersihkan muka agar tetap cerah dan terawat. Menggunakan masker dan bedak juga tidak masalah.

3. LIPSTIK
Pilihlah lipstik dari yang terbuat dari bahan alam yang akan membuat Anda terlihat cantik dan merasa aman.

4. CREAMBATH, HAIR MASKER
Umumnya aman, pilihlah yang kandungannya terbuat dari herbal.

5. FACIAL DAN LULUR
Tidak masalah untuk dilakukan selama hamil. Hanya sebaiknya beritahukan kepada petugas facial/lulur bahwa Anda sedang hamil. Hindari facial yang menggunakan hantaran listrik dan efek kejut serta ingatkan petugas agar jangan terlalu keras melakukan ekstraksi komedo. Karena nyeri yang diakibatkan hal-hal tersebut dapat membuat kontraksi pada otot rahim. Tetapi massage wajah dan anggota tubuh selain perut boleh dilakukan. 

6. MANICURE DAN PEDICURE 
Aktivitas menikur dan pedikur seperti menggunting dan merawat kuku diperbolehkan pada ibu hamil, tetapi dianjurkan untuk menggunakan peralatan pribadi. Jadi hindari menggunakan peralatan-peralatan salon. Karena kita tidak bisa menjamin bahwa alat-alat tersebut aman dan steril dari kuman pemakai sebelumnya. Anjuran ini bukan hanya untuk ibu hamil, tapi konsumen secara umum.


Ada beberapa perawatan kecantikan yang sebaiknya dihindari selama hamil.
Berikut di antaranya:

1. BLEACHING
Jika  terbiasa memutihkan kulit di tubuh, mungkin sebaiknya berhenti selama kehamilan, walau hingga saat ini belum ada fakta yang menunjukkan penggunaan pemutih dapat menyebabkan bayi cacat saat lahir. 

2. PERONTOK BULU 
Masih belum ada kepastian apakah hal itu boleh dilakukan atau tidak selama hamil.Tetapi bisa menyebabkan nyeri dan efek kejut sehingga bisa merangsang kontraksi. Dan beberapa bahan/kandungan dari krim yang digunakan ada yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. 

3. MENGECAT RAMBUT 
Ketika mengecat rambut, ada kemungkinan bahan kimia terserap di dalam kulit kepala. Mungkin pernah terdengar mitos bahwa mengecat rambut saat hamil bisa menyebabkan cacat bawaan. Faktanya,, keamanan mengecat pada ibu hamil masih dipertanyakan. Beberapa bahan ada yang berbahaya, walau ada beberapa yang aman, misalnya merk pewarna rambut yang kandungannya berasal dari herbal. Tetapi kita tidak bisa menjamin produk tersebut asli dan mumi dari herbal sehingga sebaiknya ibu hamil tidak mengecat rambutnya.

4. BOTOX
Botox juga harus dihindari karena mengganggu struktur dan fungsi kulit. Kebanyakan dokter beranggapan bahwa suntikan botox untuk wajah akan beredar ke dalam aliran darah dan membahayakan bayi. Namun demikian sifat dasar botox adalah racun. Sebaiknya, tunda melakukannya hingga melahirkan.

5. MESOTERAPI
Mesoterapi adalah memasukkan suatu bahan ke dalam subkutan, yaitu suntikan dosis rendah melalui kulit. Dalam dunia kedokteran, bukti ilmiah manfaat mesoterapi masih belum kuat. Jadi efektivitas mesoterapi untuk konsumen umum saja belum pasti, apalagi untuk ibu hamil.

6. WAXING
Saat hamil, pertumbuhan rambut sebagian wanita semakin cepat. Rambut tidak hanya tumbuh dengan cepat di ketiak, pergelangan tangan, atau kaki, melainkan juga perut dan wajah. Waxing menjadi hal pertama yang dipikirkan. Waxing akan lebih menyakitkan jika dilakukan selama kehamilan, sehingga sebaiknya tidak dilakukan.


Kosmetik Aman Untuk Ibu Hamil

Tidak hanya makanan saja yang perlu diperhatikan oleh bumil, penggunaan kosmetik juga akan berpengaruh kepada janin. Yang perlu diperhatikan dalam memilih kosmetik yang aman selama kehamilan adalah pastikan tidak menggunakan campuran bahan kimia atau vitamin yang dapat merusak struktur dan fungsi kulit. Tetapi bila mengalami jerawat yang agak parah dan membandel, dokter biasanya memberi antibiotik yang aman, misal eritromisin.

Berikut ini adalah beberapa bahan kosmetik yang harus dihindari karena tidak jelas apakah produk ini aman atau tidak.

Asamretinoat
Bahan ini merupakan bentuk vitamin A yang digunakan untuk mengobati jerawat dan digunakan untuk pengelupasan kulit mati. Dosis tinggi vitamin A telah terbukti dapat mengganggu perkembangan bayi.

Parabens
Ini adalah bahan pengawet yang sangat umum digunakan dalam banyak produk perawatan kulit. Penelitian klinis mulai menunjukkan adanya hubungan bahan ini dengan efek buruk pada sistem reproduksi bayi laki-laki.

Asam Salisilat(BHA atau beta hydroxy acid)
Bahan ini dapat ditemukan dalam produk yang digunakan untuk mengobati jerawat, dan mencegah antipenuaan. Sebab, komplikasi pada kehamilan muncul pada perempuan yang meminum aspirin, dan karena asam salisilat merupakan bagian dari keluarga aspirin maka ini sebaiknya dihindari.

Accutane
Ini pengobatan oral untukjerawat sebaiknya tidak digunakan sama sekali selama kehamilan. Sebab berisiko janin cacat lahir yang serius dan kemungkinan kehilangan janin.

Kortikostreroid
Krim topikal ini, misal hidrokortison, tidak dianjurkan untuk digunakan mengobati jerawat
Yang perlu diingat,ketika ragu, sebaiknya selalu merujuk kepada dokter untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan dari setiap produk kecantikan atau perawatan ketika hamil. Atau, lebih baik menghindarinya daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.